1. Identitas Perangkat (System Identity)
Langkah pertama dalam manajemen jaringan adalah memberi nama pada router agar tidak tertukar jika mengelola banyak perangkat.
Aksi: Melalui menu System -> Identity.
Status: Perangkat Anda diberi identitas "guse". Ini akan muncul di terminal atau saat melakukan pemindaian WinBox.
Berbeda dengan user hotspot, menu ini (di gambar User List) mengatur siapa yang boleh mengubah setelan router.
User: "zaki".
Group: "full" (artinya user zaki memiliki akses penuh untuk mengubah semua konfigurasi).
Keamanan: Sangat penting untuk memberikan password yang kuat di sini agar router tidak dibobol orang lain.
Di menu IP -> Hotspot -> Users, Anda mengatur siapa saja yang boleh menggunakan internet.
User Profiles: Terlihat Anda memiliki profil bernama UTAMA dan RUMAH GU.... Profil ini berfungsi untuk membatasi kecepatan (bandwidth) dan durasi penggunaan.
Daftar User: Terlihat user bernama "pake ja" dan "gus zaki". Ini adalah akun yang nantinya digunakan pengunjung untuk login di landing page hotspot.
Ini adalah fondasi utama agar perangkat bisa terhubung. Berdasarkan gambar Address List:
ether1 (192.168.80.18/24): Biasanya digunakan sebagai jalur WAN/Internet yang didapat dari Modem ISP (terlihat ada tanda 'D' yang berarti Dynamic/DHCP Client).
ether2 (192.168.125.1/24): Jalur lokal (LAN) menggunakan kabel.
wlan1 (192.168.135.1/24): Jalur Hotspot Wireless. Ini adalah gerbang utama bagi pengguna WiFi Anda.
Anda menunjukkan dua cara mengakses MikroTik:
WebFig: Mengakses melalui browser (Chrome/Edge) dengan mengetikkan IP 192.168.125.1. Ini praktis karena tidak perlu aplikasi tambahan.
WinBox: Aplikasi khusus dari MikroTik yang lebih stabil dan responsif untuk konfigurasi mendalam.






bagus banget bang
BalasHapus