Selasa, 14 April 2026

Langkah-Langkah Memotong dan Menyambungkan Kabel Serat Optik.

 Langkah-Langkah Memotong dan Menyambungkan Kabel Serat Optik. 

Serat optik merupakan media transmisi data berkecepatan tinggi yang menggunakan cahaya sebagai penghantar sinyal. Agar koneksi tetap stabil dan berkualitas, proses pemotongan serta penyambungan kabel serat optik harus dilakukan dengan teknik yang benar.


Alat yang Dibutuhkan

  • Fiber stripper
  • Cleaver
  • Fusion splicer
  • Alkohol isopropil
  • Tisu bebas serat
  • Sleeve protector
  • VFL / Power meter
Langkah-Langkah Memotong Serat Optik
  • Kupas lapisan luar kabel menggunakan fiber stripper hingga serat terlihat.
  • Kupas lapisan coating berwarna sampai tersisa inti serat bening.
  • Bersihkan serat menggunakan tisu yang dibasahi alkohol isopropil.
  • Potong ujung serat menggunakan cleaver agar permukaannya rata.

Langkah-Langkah Menyambungkan Serat Optik
  • Masukkan sleeve protector ke salah satu kabel sebelum penyambungan.
  • Pasang kedua ujung serat ke mesin fusion splicer.
  • Jalankan proses splicing hingga mesin menyambung serat.
  • Periksa nilai redaman (loss) di bawah 0,1 dB.
  • Panaskan sleeve protector hingga menyusut dan melindungi sambungan.

Pengujian Sambungan
  • Gunakan VFL untuk memastikan tidak ada kebocoran cahaya.
  • Gunakan power meter untuk mengukur kualitas sambungan.
  • Pastikan jaringan dapat digunakan secara normal.

Langkah-Langkah Memotong dan Menyambungkan Kabel Serat Optik. 

Serat optik merupakan media transmisi data berkecepatan tinggi yang menggunakan cahaya sebagai penghantar sinyal. Agar koneksi tetap stabil dan berkualitas, proses pemotongan serta penyambungan kabel serat optik harus dilakukan dengan teknik yang benar.

Rabu, 04 Februari 2026

Cara membuat menejemen users di mikrotik


 






1. Identitas Perangkat (System Identity)

​Langkah pertama dalam manajemen jaringan adalah memberi nama pada router agar tidak tertukar jika mengelola banyak perangkat.

​Aksi: Melalui menu System -> Identity.

​Status: Perangkat Anda diberi identitas "guse". Ini akan muncul di terminal atau saat melakukan pemindaian WinBox.



2. Keamanan Admin (System Users)
​Berbeda dengan user hotspot, menu ini (di gambar User List) mengatur siapa yang boleh mengubah setelan router.
​User: "zaki".
​Group: "full" (artinya user zaki memiliki akses penuh untuk mengubah semua konfigurasi).
​Keamanan: Sangat penting untuk memberikan password yang kuat di sini agar router tidak dibobol orang lain.



3. Manajemen User Hotspot (Voucher/Pelanggan)
​Di menu IP -> Hotspot -> Users, Anda mengatur siapa saja yang boleh menggunakan internet.
​User Profiles: Terlihat Anda memiliki profil bernama UTAMA dan RUMAH GU.... Profil ini berfungsi untuk membatasi kecepatan (bandwidth) dan durasi penggunaan.
​Daftar User: Terlihat user bernama "pake ja" dan "gus zaki". Ini adalah akun yang nantinya digunakan pengunjung untuk login di landing page hotspot.


​4. Manajemen IP Address (Addressing)
​Ini adalah fondasi utama agar perangkat bisa terhubung. Berdasarkan gambar Address List:
​ether1 (192.168.80.18/24): Biasanya digunakan sebagai jalur WAN/Internet yang didapat dari Modem ISP (terlihat ada tanda 'D' yang berarti Dynamic/DHCP Client).
​ether2 (192.168.125.1/24): Jalur lokal (LAN) menggunakan kabel.
​wlan1 (192.168.135.1/24): Jalur Hotspot Wireless. Ini adalah gerbang utama bagi pengguna WiFi Anda.






5. Akses Manajemen (WebFig & WinBox)
​Anda menunjukkan dua cara mengakses MikroTik:
​WebFig: Mengakses melalui browser (Chrome/Edge) dengan mengetikkan IP 192.168.125.1. Ini praktis karena tidak perlu aplikasi tambahan.
​WinBox: Aplikasi khusus dari MikroTik yang lebih stabil dan responsif untuk konfigurasi mendalam.


Rabu, 28 Januari 2026

KONFIGURASI DASAR MIKROTIK DAN KONFIGURASI HOTSPOT

Mikrotik adalah sistem operasi berbasis Linux (RouterOS) dan juga perangkat keras (RouterBOARD) yang digunakan untuk membangun dan mengelola jaringan komputer, berfungsi sebagai router yang kuat untuk administrasi jaringan skala kecil hingga besar dengan fitur lengkap seperti routing, firewall, hotspot, dan VPN. 



1. Konfigurasi Internet (DHCP Client)

Langkah awal untuk mendapatkan internet dari sumber (ISP/Modem) ke Mikrotik:

Buka menu IP > DHCP Client.

Klik tombol [+] (Add).

Pilih Interface: ether1 (sesuai gambar, kabel internet masuk ke port 1).

Pastikan Use Peer DNS dan Add Default Route bernilai yes.

Status harus bound dan mendapatkan IP (di gambar: 192.168.80.18/24).
 



2. Pengaturan IP Address Lokal (LAN & Wireless)

Memberikan alamat IP untuk jaringan yang akan disebarkan:

Buka menu IP > Addresses.

Untuk LAN (ether2): Klik [+], masukkan Address 192.168.125.1/24, pilih Interface ether2, lalu klik OK.

Untuk Wireless (wlan1): Klik [+], masukkan Address 192.168.115.1/24, pilih Interface wlan1, lalu klik OK.




3. Mengaktifkan Interface Wireless (Wi-Fi)

Secara default, Wi-Fi Mikrotik biasanya mati (berwarna abu-abu):

Buka menu Interfaces.

Klik pada wlan1 (yang bertanda X atau berwarna abu-abu).

Klik tombol Centang Biru [✓] (Enable) untuk mengaktifkannya.




4. Konfigurasi Access Point (SSID)
Mengatur nama Wi-Fi agar bisa dideteksi perangkat lain:
Klik 2x pada interface wlan1.
Pindah ke tab Wireless.
Mode: Pilih ap bridge.
Band: Pilih 2GHz-B/G/N.
SSID: Ubah menjadi nama Wi-Fi Anda (di gambar contoh: NIKOCE).
Klik Apply atau OK.



5. Finalisasi DNS Settings

Agar router bisa meneruskan permintaan nama domain ke internet:

Buka IP > DNS.

Masukkan server DNS umum seperti 8.8.8.8 pada kolom Servers.

Wajib: Centang opsi Allow Remote Requests agar klien (HP/Laptop) bisa browsing.

Klik Apply atau OK.




6. Setting Firewall NAT (Masquerade)
Langkah ini sangat krusial agar perangkat di jaringan lokal bisa berbagi koneksi internet dari satu sumber:
Buka menu IP > Firewall, lalu pilih tab NAT.
Klik tombol [+] untuk menambah rule baru.
Tab General:
Chain: srcnat.
Out. Interface: Pilih ether1 (port yang terhubung ke sumber internet).
Tab Action:
Action: Pilih masquerade.
Klik OK.



7. Membuat DHCP Server (Untuk Jalur Kabel)
Agar perangkat yang dicolok ke port ether2 mendapatkan IP secara otomatis:
Buka menu IP > DHCP Server.
Klik tombol DHCP Setup.
DHCP Server Interface: Pilih ether2.
Klik Next terus sampai selesai (tahapan ini akan otomatis mengikuti IP Address yang sudah Anda buat sebelumnya).


8. Konfigurasi Hotspot (Login Page)
Anda sedang menyiapkan sistem login (Hotspot) melalui interface wireless:
Buka menu IP > Hotspot, lalu pilih tab Servers.
Klik tombol Hotspot Setup.
HotSpot Interface: Pilih wlan1.
Klik Next hingga sampai di bagian DNS Name.
DNS Name: Masukkan alamat login yang diinginkan (contoh di gambar: niko.id).
User & Password: Buatlah user pertama untuk login ke internet (contoh di gambar: Name: admin, Password: 11).
Klik Next hingga muncul pesan sukses.


Halam login pada Wi-Fi atau halaman page untuk memasukkan name dan password 




Bukti jika konfigurasi hotspot berhasil 

Rabu, 14 Januari 2026

Pengenalan kabel fiber optic

 

Apa itu Kabel Fiber Optic?

Fiber Optik adalah saluran transmisi berbentuk untaian benang sangat halus yang terbuat dari kaca atau plastik berkualitas tinggi. Diameternya lebih tipis dari sehelai rambut manusia. Karena menggunakan cahaya, data dapat dikirim dengan kecepatan sangat tinggi (Gigabit per detik) dan jangkauan yang sangat jauh tanpa gangguan elektromagnetik.

Fungsi Alat Yang Dibutuhkan :

Fiber stripper


Digunakan untuk mengupas jaket dan coating kabel serat optik. 

Cleaver



 Berfungsi untuk memotong ujung serat agar permukaannya rata dan lurus.

Fusion splicer



 Digunakan untuk menyambung dua ujung serat optik dengan panas listrik.

Alkohol isopropil



 Berfungsi membersihkan serat dari kotoran dan minyak.

Tisu bebas serat



 Digunakan untuk mengelap dan mengeringkan serat.

Sleeve protector



 Berfungsi melindungi sambungan serat agar tidak mudah patah.

VFL / Power meter



 Digunakan untuk menguji kualitas hasil sambungan.

Selasa, 13 Januari 2026

Jenis-Jenis Jaringan Dan Perangkat Jaringan

Jenis-Jenis Jaringan (Berdasarkan Jangkauan)

Jaringan dikategorikan berdasarkan seberapa luas area yang dicakupnya:

PAN (Personal Area Network): Jaringan jarak sangat dekat untuk perangkat pribadi. Contoh: Menghubungkan HP ke headset via Bluetooth.

LAN (Local Area Network): Jaringan dalam satu gedung atau lokasi terbatas, seperti rumah, kantor, atau sekolah. Biasanya menggunakan kabel Ethernet atau Wi-Fi.

MAN (Metropolitan Area Network): Jaringan yang menghubungkan beberapa LAN di dalam satu kota yang sama. Contoh: Jaringan antar kantor cabang bank di satu kota.

WAN (Wide Area Network): Jaringan dengan skala geografis sangat luas, mencakup antar negara atau benua. Internet adalah contoh WAN terbesar di dunia.

1. Router (Sang Pengatur Lalu Lintas)

Router adalah perangkat paling cerdas dalam daftar ini. Fungsinya adalah menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda, biasanya jaringan lokal (LAN) dengan internet (WAN).

Cara Kerja: Router membaca alamat IP tujuan dari paket data dan menggunakan "tabel routing" untuk menentukan jalur tercepat agar data sampai ke tujuan.

Fitur Tambahan: Selain mengarahkan data, router modern biasanya berfungsi sebagai DHCP server (pembagi alamat IP otomatis) dan memiliki firewall untuk keamanan dasar.

2. Hub (Pusat Koneksi Sederhana)

Hub adalah perangkat konektivitas paling dasar yang digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dalam satu jaringan kecil.

Cara Kerja: Hub bekerja secara "broadcast". Artinya, jika satu komputer mengirim data, Hub akan menyebarkan data tersebut ke semua port yang terhubung tanpa peduli siapa penerima aslinya.

Kelemahan: Karena menyebar data ke semua arah, Hub sering menyebabkan tabrakan data (collision) dan membuat jaringan menjadi lambat jika banyak perangkat yang aktif bersamaan.

3. Switch (Penerus Data yang Cerdas)

Switch sering terlihat mirip dengan Hub, namun jauh lebih pintar. Ini adalah perangkat standar yang digunakan untuk membangun jaringan lokal (LAN) di perkantoran saat ini.

Cara Kerja: Berbeda dengan Hub, Switch mengenali alamat MAC (Physical Address) dari setiap perangkat yang terhubung. Saat data datang, Switch hanya akan mengirimkannya ke port perangkat tujuan secara spesifik.

Keunggulan: Menghilangkan risiko tabrakan data dan menyediakan jalur komunikasi pribadi antar perangkat, sehingga kecepatan internet tetap maksimal.

4. Bridge (Jembatan Antar Jaringan)

Sesuai namanya, Bridge berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan lokal yang terpisah sehingga keduanya bisa berkomunikasi seolah-olah berada dalam satu jaringan yang sama.

Fungsi Utama: Membagi jaringan yang besar menjadi beberapa segmen kecil guna meningkatkan efisiensi.

Konteks Modern: Saat ini, fungsi Bridge sering kali sudah terintegrasi di dalam Switch atau Router nirkabel modern.

5. Repeater (Penguat Sinyal)

Repeater adalah perangkat sederhana namun krusial untuk mengatasi masalah jarak. Sinyal digital atau nirkabel akan melemah seiring jauhnya jarak kabel atau pancaran.

Cara Kerja: Repeater menerima sinyal yang sudah melemah, memperkuatnya kembali ke level aslinya, lalu memancarkannya kembali.

Penggunaan: Sangat umum digunakan untuk memperluas jangkauan Wi-Fi di rumah atau gedung bertingkat agar tidak ada area "blind spot" (tanpa sinyal).

6. NIC / LAN Card (Pintu Masuk Perangkat)

Network Interface Card (NIC) adalah komponen perangkat keras yang terpasang langsung pada komputer, laptop, atau server.

Fungsi: Tanpa NIC, sebuah komputer tidak akan bisa "berbicara" dengan jaringan. NIC berfungsi mengubah data paralel di dalam komputer menjadi aliran data serial yang bisa dikirim melalui kabel LAN atau gelombang radio.

Alamat MAC: Setiap NIC di seluruh dunia memiliki alamat fisik unik yang disebut MAC Address, yang berfungsi sebagai "nomor KTP" perangkat di dunia jaringan.


Informasi Seputar Jurusan TKJ

INFORMASI JURUSAN TKJ

(SMK Muhammadiyah 1 Metro)


1. Pengertian Jurusan TKJ

Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) adalah jurusan di SMK yang mempelajari komputer dan jaringan. Di jurusan ini, siswa belajar merakit dan memperbaiki komputer, menginstal sistem operasi, membuat dan mengelola jaringan, serta mengenal server dan keamanan jaringan. Jurusan TKJ bertujuan menyiapkan siswa agar siap bekerja di bidang teknologi informasi.


2. Tujuan Jurusan TKJ

Tujuan jurusan TKJ yaitu:

  • Membekali siswa dengan keterampilan di bidang IT

  • Menyiapkan lulusan agar siap kerja

  • Melatih siswa agar mandiri, teliti, dan mampu memecahkan masalah

  • Menjadi dasar untuk melanjutkan pendidikan di bidang teknologi


3. Mata Pelajaran TKJ

Kelas X

  • Dasar komputer

  • Sistem bilangan

  • Perakitan komputer

  • Pengenalan jaringan

  • Sistem operasi (Windows dan Linux)

  • K3

Kelas XI

  • Jaringan LAN dan WAN

  • Kabel UTP dan IP Address

  • Router dan switch

  • Mikrotik dasar

  • Linux Server dasar

  • Troubleshooting jaringan

Kelas XII

  • Server (DNS, DHCP, Web Server)

  • Keamanan jaringan

  • Virtualisasi

  • Manajemen bandwidth

  • PKL dan UKK


4. Praktik yang Dilakukan

Siswa TKJ melakukan berbagai kegiatan praktik, seperti:

  • Merakit komputer

  • Instal ulang sistem operasi

  • Membuat jaringan

  • Mengatur router dan access point

  • Simulasi jaringan

  • Praktek Kerja Lapangan (PKL)


5. Peralatan yang Digunakan

  • PC dan laptop

  • Kabel UTP

  • Router dan switch

  • Access point

  • Tang crimping


6. Peluang Kerja

Lulusan TKJ dapat bekerja sebagai:

  • Teknisi komputer

  • Teknisi jaringan

  • IT Support

  • Helpdesk IT

  • Freelancer komputer dan jaringan

  • Wirausaha IT


7. Kelebihan Jurusan TKJ

  • Banyak praktik

  • Ilmu langsung bisa digunakan

  • Peluang kerja luas

  • Bisa kerja atau kuliah


8. Tantangan Jurusan TKJ

  • Harus rajin belajar

  • Teknologi cepat berkembang

  • Perlu ketelitian dan kesabaran


KESIMPULAN

Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) adalah jurusan yang mempelajari komputer dan jaringan dengan fokus pada praktik. Jurusan ini membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di bidang IT atau melanjutkan pendidikan. Meskipun menantang, jurusan TKJ cocok bagi siswa yang tertarik pada teknologi dan ingin memiliki keahlian yang berguna di masa depan.