Mikrotik adalah sistem operasi berbasis Linux (RouterOS) dan juga perangkat keras (RouterBOARD) yang digunakan untuk membangun dan mengelola jaringan komputer, berfungsi sebagai router yang kuat untuk administrasi jaringan skala kecil hingga besar dengan fitur lengkap seperti routing, firewall, hotspot, dan VPN.
1. Konfigurasi Internet (DHCP Client)
Langkah awal untuk mendapatkan internet dari sumber (ISP/Modem) ke Mikrotik:
Buka menu IP > DHCP Client.
Klik tombol [+] (Add).
Pilih Interface: ether1 (sesuai gambar, kabel internet masuk ke port 1).
Pastikan Use Peer DNS dan Add Default Route bernilai yes.
Status harus bound dan mendapatkan IP (di gambar: 192.168.80.18/24).
2. Pengaturan IP Address Lokal (LAN & Wireless)
Memberikan alamat IP untuk jaringan yang akan disebarkan:
Buka menu IP > Addresses.
Untuk LAN (ether2): Klik [+], masukkan Address 192.168.125.1/24, pilih Interface ether2, lalu klik OK.
Untuk Wireless (wlan1): Klik [+], masukkan Address 192.168.115.1/24, pilih Interface wlan1, lalu klik OK.
3. Mengaktifkan Interface Wireless (Wi-Fi)
Secara default, Wi-Fi Mikrotik biasanya mati (berwarna abu-abu):
Buka menu Interfaces.
Klik pada wlan1 (yang bertanda X atau berwarna abu-abu).
Klik tombol Centang Biru [✓] (Enable) untuk mengaktifkannya.
4. Konfigurasi Access Point (SSID)
Mengatur nama Wi-Fi agar bisa dideteksi perangkat lain:
Klik 2x pada interface wlan1.
Pindah ke tab Wireless.
Mode: Pilih ap bridge.
Band: Pilih 2GHz-B/G/N.
SSID: Ubah menjadi nama Wi-Fi Anda (di gambar contoh: NIKOCE).
Klik Apply atau OK.
5. Finalisasi DNS Settings
Agar router bisa meneruskan permintaan nama domain ke internet:
Buka IP > DNS.
Masukkan server DNS umum seperti 8.8.8.8 pada kolom Servers.
Wajib: Centang opsi Allow Remote Requests agar klien (HP/Laptop) bisa browsing.
Klik Apply atau OK.
6. Setting Firewall NAT (Masquerade)
Langkah ini sangat krusial agar perangkat di jaringan lokal bisa berbagi koneksi internet dari satu sumber:
Buka menu IP > Firewall, lalu pilih tab NAT.
Klik tombol [+] untuk menambah rule baru.
Tab General:
Chain: srcnat.
Out. Interface: Pilih ether1 (port yang terhubung ke sumber internet).
Tab Action:
Action: Pilih masquerade.
7. Membuat DHCP Server (Untuk Jalur Kabel)
Agar perangkat yang dicolok ke port ether2 mendapatkan IP secara otomatis:
Buka menu IP > DHCP Server.
Klik tombol DHCP Setup.
DHCP Server Interface: Pilih ether2.
Klik Next terus sampai selesai (tahapan ini akan otomatis mengikuti IP Address yang sudah Anda buat sebelumnya).
8. Konfigurasi Hotspot (Login Page)
Anda sedang menyiapkan sistem login (Hotspot) melalui interface wireless:
Buka menu IP > Hotspot, lalu pilih tab Servers.
Klik tombol Hotspot Setup.
HotSpot Interface: Pilih wlan1.
Klik Next hingga sampai di bagian DNS Name.
DNS Name: Masukkan alamat login yang diinginkan (contoh di gambar: niko.id).
User & Password: Buatlah user pertama untuk login ke internet (contoh di gambar: Name: admin, Password: 11).
Klik Next hingga muncul pesan sukses.
Halam login pada Wi-Fi atau halaman page untuk memasukkan name dan password
Bukti jika konfigurasi hotspot berhasil